WELCOME TO WEB UDA COMMITMENTS AND UNION TOURISM AMBASSADOR FLAT LAND DISTRICT WEST SUMATRA INDONESIA, , THANK YOU

Selebritas dan Duta Sejati

Oleh
Reza Indragiri Amriel

“I definitely would not want my kids to be entertainers.
It’s really hard. It’s hard enough doing any kind of job and being a teenager.
But being a teenager in the spotlight, it just heigthens it. People pick you apart.”
(Beyonce Knowless, mantan anggota Destiny’s Child)

Setiap hari wajah-wajah baru mirip boneka menyambangi kita lewat berbagai media, utamanya televisi. Kata orang, untuk jadi selebritas top, khususnya dari kelompok artis, resepnya cukup mudah. Pilihannya, harus sangat cantik atau—sebaliknya—harus remuk redam.
Orang-orang pemilik tampang ala kadarnya, jelas, lebih baik cari mimpi lain saja. Pantaslah jika orang-orang muda berlomba menjadi aktor dan aktris di layar kaca. Juga wajar jika koran-koran dipenuhi iklan pencari bakat, agensi artis, dan sejenisnya. Dan, masuk akal jika kemudian banyak kalangan berpikiran bahwa menjadi selebritas adalah jalan pintas menuju kemasyhuran dan kekayaan.
Sambil memandangi foto anak-anak saya, saya membatin, para bocah itu adalah pihak yang menerima imbas terburuk dari pemujaan kita terhadap selebritas. Keberhasilan instan para selebritas seperti merupakan antitesis terhadap nilai-nilai kerja keras, kedisiplinan, komitmen, dan ajaran-ajaran luhur lainnya yang selama ini coba kita tanamkan ke diri anak-anak kita. Semua ajaran itu runtuh karena, di benak anak, tanpa harus sekolah tinggi-tinggi dan menghayati sikap hidup yang mulia, toh peluang kesuksesan ala selebritas tetap ada di depan mata.
Kekhawatiran ini saya pikir sangat beralasan. Sebagai perbandingan, sebuah survei di Amerika Serikat pada tahun 2001 menemukan bahwa tujuh puluh persen anak-anak di negara itu berhasrat menjadi selebritas. Untungnya, responden kanak-kanak itu menambahkan status selebritas akan mendukung upaya mereka untuk menjadikan bumi sebagai tempat yang lebih layak huni. Pernyataan susulan itu yang tidak begitu saya yakini akan keluar dari mulut anak-anak di sini, jika survei sejenis diselenggarakan di Indonesia.

Yang Pantas dan Duta Sejati
Begitu hebatnya status sebagai selebritas, mereka tampak laksana sosok sempurna yang sudah mempunyai semuanya. Selebritas juga manusia. Dan sebagai manusia, pasti ada kekurangannya. Pemerintah, bahkan petinggi Perserikatan Bangsa-bangsa di Indonesia, tampaknya juga terpesona oleh para selebritas.
Itu ditandai oleh kegemaran mereka menunjuk selebritas sebagai pemeran kunci pada banyak program dan kampanye nasional, walau kita tidak tahu persis kriteria yang digunakan dibalik penunjukan itu. Juga entah apa key performance indicator para selebritas itu setelah diangkat menjadi duta. Dugaan kita, keberhasilan sebuah program tidak terpengaruh oleh ada atau tidaknya si selebritas.
Ironis, ketika efektivitas selebritas terhadap sebuah program tetap tak tentu arah, si selebritas justru bisa menjadikan jabatannya itu untuk memperkuat citranya di masyarakat. Jadi, malah menambah portofolio si selebritas. Ambil misal, Marshanda pernah didaulat sebagai Duta Lingkungan. Marcella Zalianty dan Ferry Salim diangkat menjadi Duta Campak. Duta Program Perbaikan Lingkungan adalah Bunga Citra Lestari. Duta Kelestarian Lingkungan Hidup dijabat Valerina Daniel.
Ada pula Duta Pendidikan Kesetaraan yang diembankan kepada Peggy Melati Sukma. Happy Salma, Duta Baca Nasional. Dewi Sandra, Duta Olahraga. Duta Wirausaha Mandiri adalah Dian Sastrowardoyo. Angelina Sondakh menjabat Duta Orang Utan. Duta Pertanian, Rano Karno. Yang mutakhir adalah Sandra Dewi. Dia baru saja dilantik menjadi Duta Antinarkoba. Mirip itu, sekaligus menggegerkan jagad per-narkoba-an nasional, tak lain adalah Roy Marten sebagai Duta BNN.
Silakan tepuk tangan! Seakan-akan, di Indonesia tidak ada lagi pelestari lingkungan sungguhan, olahragawan veteran, survivor penyakit kanker betulan, pecinta buku beneran, pejuang kesehatan, dan orang-orang ‘kampungan’ lainnya yang terbukti mendarmabaktikan hidup mereka untuk kegiatan yang benar-benar luar biasa, sehingga memang pantas diangkat menjadi duta duta sejati.

“Dumbest People in Hollywood”
Nah, untuk menyadarkan kita—apalagi anak-anak kita—bahwa selebritas bukan sosok sempurna, kita perlu buka sejenak hasil survei The New York Daily News beberapa waktu silam. Survei ini menjungkirbalikkan citra selebritas dengan mengajukan kepada para pembaca satu pertanyaan: siapakah selebritas terdungu di Hollywood.
Dari semua jawaban yang masuk, terkumpullah daftar 50 dumbest people in Hollywood. Di peringkat pertama adalah aktris Lindsay Lohan, pemain film Freaky Friday. Juga ada penyanyi Jessica Simpson, Britney Spears, dan Michael Jackson. Aktor Mel Gibson, Charlie Sheen, bahkan Alec Baldwin, juga ada di situ.
Penobatan 50 orang tertolol di negeri fantasi itu tidak ditentukan berdasarkan skor IQ mereka. Arah dan gaya hidup yang kacau-balau, karier yang merosot, pilihan yang buruk dalam mencari pasangan hidup, hingga kecanduan obat-obatan, adalah kriteria penilaian yang dipakai.
Karena tidak terpusat pada kecerdasan intelektual, yang berasosiasi dengan prestasi akademik, unsur-unsur penilaian tadi justru menyajikan gambaran yang lebih jernih dan nyata tentang betapa buruknya totalitas hidup sejumlah nama tenar Hollywood yang notabene adalah para selebritas.
Di sini, di Indonesia, kita punya berbagai macam festival yang mengagung-agungkan selebritas. Festival sinetron, festival film, penganugerahan gelar duta ini dan duta ini, adalah beberapa contohnya. Di ajang seperti itu, persaingan antar-selebritas konon berlangsung ketat.
Sengaja dicantumkan kata “konon”, karena belum lama ini kita menyimak warta tentang Deddy Mizwar dan kawan-kawan yang mengembalikan penghargaan yang mereka terima, sebagai ungkapan protes terhadap tampilnya judul dan nama-nama pemeran tertentu selaku penerima penghargaan. Hm, terkuak misteri, jangan-jangan sekarang juga ada politik dagang sapi juga di festival fim, sinetron, dan sejenisnya.
Terlepas dari itu, pada saat yang sama kita belum pernah mendengar di Indonesia ada survei atau kompetisi seperti yang dilakukan di Hollywood sana. Padahal, karena setiap hari kita sibuk berkasak-kusuk tentang serba-serbi skandal nan heboh para selebritas, maka bisa diduga persaingan antar-selebritas untuk menempati posisi puncak sebagai the dumbest people in Indonesia pasti lebih hebat lagi. Siapa yang mau menyusun daftar nominasinya? And the winner is ....

Penulis adalah staf pengajar Fakultas Psikologi Universitas Bina Nusantara, Jakarta.

Peresmian Kereta Api Wisata di Ombilin

Monday, 23 February 2009

kereta_api_wisata1.jpgMengawali perjalanan kereta api wisata Padangpanjang-Sawah Lunto, Menteri Perhubungan Syaefe’i Jamal disuguhi lamang tapai, makanan khas Tanah Datar, ketika berhenti sekitar 40 menit di objek wisata Ombilin kecamatan Rambatan Sabtu (21/2).

Didampingi Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi, Mantan Menperhub Ir.Azwar Anas, Perantau Sumbar Rainal Rail dan sejumlah wartawan luar dan dalam negeri, Menperhub disambut Wakil Bupati Tanah Datar Aulizul Syuib, Kepala Dinas Perhubkominfo Tanah Datar Djamilis, SH dan Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Tanah Datar Drs.Alfian Jamrah, MSi.

Kereta api wisata yang semulanya dijadwalkan tiba di Ombilin sekitar jam 11.00 Wib mengalami keterlambatan sekitar 1,5 jam, sehingga rombongan baru sampai sekitar jam 12.40 Wib Begitu turun dari gerbong kereta api, rombongan disuguhi dengan siriah dalam carano oleh Uda Uni Tanah Datar.

Menperhub Syafe’I Jamal selaku urang sumando Minang mengawali sambutannya dengan pantun berbahasa Minang. Meskipun tidak “Sepasih” orang Minang berpantun, namun lantunan pantun tersebut sempat juga menarik simpati undangan yang hadir di tanah timbun Ombilin.

“Kereta api wisata ini berawal dengan pembicaraan denga Gubernur Sumbar beberapa waktu lalu. Bapak Gubernur dalam kesempatan tersebut mengharapkan kiranya jalur kereta api yang sudah lama ditinggalkan agar dapat diaktifkan kembali,” kata Syafe’i Jamal dengan senyum khasnya.

Berangkat dari pembicaraan tersebut, sesuai pula dengan upaya revitalisasi kereta api di Indonesia, Alhamdulillah harapan Gubernur yang mungkin juga harapan segenab masyarakat Sumatera Barat hari ini menjadi kenyataan.

kereta_api_wisata2.jpgDalam perjaanan dari Padangpanjang ke Ombilin ada wartawan yang bertanya, apakah dengan kondisi rel kereta api yang sudah lama tidak dipakai tidak menakutkan para wisatawan. Saya menjawab, kereta api pertama kali dikembangkan di Indonesia adalah di Sumatera Barat, bahkan pengelola kereta api pertama juga orang Sumatera Barat.

kereta_api_wisata3.jpgMenperhub berharap, dengan kondisi yang ada sekarang mudah-mudahan saja kereta api wisata ini berjalan dengan selamat. Para penumpang jangan sampai memikirkan yang aneh-aneh, tetapi harus memikirkan bagaimana indahnya pemandangan danau Singkarak serta keindahan alam lainnya sepanjang perjalanan.

Sebelumnya, Wabup Aulizul Syuib dalam antaran katanya sangat menyambut baik beroperasinya kereta api wisata Padangpanjang-Sawahlunto melalui wilayah kabupaten Tanah Datar. Pemerintah Kabupaten dan masyarakat Tanah Datar sangat mengharapkan sekali kereta api ini dapat berperasi kembali.

“Untuk mendukung program tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar merencanakan akan membangun Pasar Wisata di Ombilin ini, seperti yang dapat kita lihat maketnya sebelum memasuki lokasi ini,” kata Wabup menambahkan.

Pengoperasian kereta api wisata ini direncanakan setiap Minggu dan tidak tertutup kemungkinan bagi kelompok wisatawan atau kelompok lainnya yang ingin mencarter diluar hari Minggu, dengan biaya carteran Rp.5,- juta.(humas)

PEMBANGUNAN KEMBALI ISTANO BASA PAGARUYUNG


27 Februari 2007 Peristiwa Kebakaran Istano Basa Pagaruyung 10 Mei 2007 Terbitnya Keputusan Gubernur Sumbar Nomor 432-171-2007 tentang Pembentukan Panitia Pelaksana Pembangunan Kembali Istano Basa Pagaruyung. 11 Mei 2007 Terbitnya Keputusan Ketua Umum Nomor 012/ISTA/V/2007 tentang Penunjukan Personil sebagai Panitia Pengadaan Barang/jasa Konsultan Kegiatan Pembangunan Kembali Istano Basa Pagaruyung. 12 Juni 2007 Rapat Persiapan Batagak Tonggak Tuo Pembangunan Kembali Istano Basa Pagaruyung. 15 Juni 2007 Tim Perencana dari Inkindo & IAI menentukan letak sementara/penempatan Tonggak Tuo Pembangunan Kembali Istano Basa Pagaruyung. 18 Juni 2007 Rapat persiapan Batagak Tonggak Tuo Pembangunan Kembali Istano Basa Pagaruyung di Gedung PKK Kab. Tanah Datar. 25 Juni 2007 Terbitnya Keputusan Gubernur Sumbar Nomor : 432-237-2007 tentang Pembentukan Panitia Pelaksana Batagak Tonggak Pembangunan Kembali Istano Basa Pagaruyung 25 Juni 2007 Terbitnya Keputusan Gubernur Sumbar Nomor : 432-237-2007 tentang Pembentukan Panitia Pelaksana Batagak Tonggak Tuo Pembangunan Kembali Istano Basa Pagaruyung. 26 Juni 2007 Terbitnya Keputusan Gubernur Sumbar Nomor : 432-239-2007 tentang Perubahan atas Keputusan Gubernur Sumbar Nomor : 432-171-2007 tentang Pembentukan Panitia Pelaksana Pembangunan Kembali Istano Basa Pagaruyung. 8 Juli 2007 Prosesi Batagak Tonggak Tuo Pembangunan Kembali Istano Basa Pagaruyung. 14 Agustus 2007 Rapat Membicarakan Pembangunan Kembali Istano Basa Pagaruyung, bertempat di Aula Kantor Gubernur Sumbar. Kesimpulan Rapat : Membahas Stuktur Organisasi Panitia dan Draf Mekanisme kerja Panitia Pelaksana Pembangunan Kembali Istano Basa Pagaruyung. 22 Agustus 2007 Rapat membicarakan Persiapan dan Administrasi Kegiatan Pembangunan Kembali Istano Basa Pagaruyung di Ruang Rapat Sekda Lantai II Kantor Gubernur Sumbar. 29 Agustus 2007 Rapat membicarakan Persiapan Pelaksanan Pembangunan Kembali Istano Basa Pagaruyung di Aula Eksekutif Kantor Bupati Tanah Datar. 31 Oktober 2007 Rapat Membicarakan Persiapan dan Pemancangan Area/lokasi Pembangunan Kembali Istano Basa Pagaruyung di Kantor UPT Istano Basa Pagaruyung. 5 November 2007 Rapat Panitia Pembangunan Kembali Istano Basa Pagaruyung di Kantor Gubernur Provinsi Sumbar. 29 November 2007 Terbitnya Keputusan Gubernur Sumbar Nomor : 432-436-2007 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Gubernur Sumbar Nomor : 432-239-2007 tentang Pembentukan Panitia Pelaksana Pembangunan Kembali Istano Basa Pagaruyung. 12 Desember 2007 Terbitnya Keputusan Ketua Umum Panitia Pembangunan Kembali Istano Basa Pagaruyung Nomor : 013/ISTA/XII-2007 tentang Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan Petunjuk Pelaksanaan Penggunaan Dana Pembangunan Kembali Istano Basa Pagaruyung. 23 Januari 2008 Terbitnya Keputusan Pimpinan Kegiatan Pembangunan Kembali Istano Basa Pagaruyung Nomor : 08/PK-P.IBP/TD-2008 tentang Pembentukan Panitia Pemeriksa dan Penerima Barang Pada Sekretariat Pembangunan Kembali Istano Basa Pagaruyung. 31 Januari 2008 Presentasi Master Plan Perencanaan Pembangunan Kembali Istano Basa Pagaruyung oleh PT. Amarsidi Konsultan. 6 Februari 2008 Terbitnya Keputusan Pimpinan Kegiatan Pembangunan Kembali Istano Basa Pagaruyung Nomor : 17/PK-P.IBP/TD-2008 tentang Pembentukan Panitia Pemeriksa dan Penerima Barang pada Sekretariat Pembangunan Kembali Istano Basa Pagaruyung. 4 April 2008 Rapat Membicarakan Persiapan Prosesi Mencacak/mendatarkan perumahan dengan tim ahli dan Tukang Tuo 21 April 2008 Prosesi Mencacak/mendatarkan Perumahan. Pembangunan Istano Basa Pagaruyung Dimulai Pemerintah Kabupaten Tanah Datar sangat memahami, munculnya pertanyaan masyarakat belum dimulainya pembangunanIstano Pagaruyung yang terbakar tahun lalu, wajar saja terjadi, sebagai rasa kepedulian masyarakat terhadap Istano Pagaruyung namun karena dana yang kita pergunakan adalah uang public maka kita harus melakukan sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Hal itu ditegaskan Wakil Bupati Tanah Datar Drs.H Aulizur Syuib waktu acara mencaca paek tanda dimulainya Pembangunan Istano Basa Pagaruyung senin kemaren (22/04/08) yang juga dihadiri Ketua DPRD Tanah Datar Ir Asrul Nurhasan, Unsur Muspida, Ninik mamak, bundo kanduang di Kenegarian Pagaruyung dan juga pelaksana proyek Istano Pagaruyung Indomar Asri. Menurutnya meskipun acara batagak tonggak tuo sebelumnya telah dilaksanankan bulan Juli lalu namun karena masih banyak proses administrasi yang harus kita lakukan baik bestek, bangunan, adminitrasi keuangan maupun pelelangan maka barulah sekarang kita mulai melaksanakan pembangunan Istano Pagaruyung, karena kita yakin terwujud pembangunan Istano Pagaruyung sebagai bukti peran dan keikutsertaan masyarakat untuk bisa membangun Istano Pagaruyung sebagai bangunan momental yang melambangkan kekhasan Minangkabau dan juga kebanggaan masyarakat Sumatera Barat. Hal itu dibuktikan waktu terbakarnya Istano Pagaruyung, semua masyarakat Sumatera Barat baik dikampung maupun diperantauan merasa ada yang hilang dengan terbakarnya Istano Pagaruyung sehingga dengan kehilangan itulah timbul keinginan semua pihak untuk bersatu membangun kembali Istano Pagaruyung. Dengan jangka waktu yang tidak begitu lama akhirnya berhasil dikumpulkan dana untuk pembangunan Istano Pagaruyung kembali termasuk dukungan yang begitu besar dari Presiden RI maupun dari Wakil Presiden RI untuk bisa dibangun kembali Istano Pagaruyung sehingga dari segi masalah dana untuk pembangunan Istano Pagaruyung, kita tidak memiliki masalah lagi. Namun karena Istano Pagaruyung itu tidak hanya milik masyarakat Tanah Datar saja tapi sudah merupakan milik kebanggaan Sumatera Barat, maka tentu kita juga harus menyesuaikan dengan peraturan yang berlaku dan kita tidak ingin dalam pembangunan istano pagaruyung ada masalah dikemudian hari tegasnya an karena itulah seluruh prosedur pembangunan Istano Pagaruyung harus kita lakukan termasuk kepanitian dari pembangunan Istano Pagaruyung tersebut. Apa yang menjadi keinginan kita masyarakat Minang Kabau sudah bisa diwujudkan dengan dimulainya pembangunan Istano Pagaruyung oleh PT Graha Persada dengan dana pembangunan lebih kurang 19 milyar. Sementara itu Pimpinan Pt Graha Persada Indomar Asri secara terpisah menyebutkan pembangunan Istano Pagaruyung itu akan selesai selama satu tahun pada bulan April tahun mendatang. Disamping pembangunan Bangunan Induk Istano, juga dilanjutkan dengan pembangunan Rangkiang Patah Sambilan, pembangunan Dapur Istano. Rumah Tabuah. Land clearing,pemandian pincuran tujuh dan kolam ikan disamping bangunan Istano Pagaruyung. Sumber : Dinas Pariwisata Tanah Datar